Jumat, 23 November 2018

REAKSI PERISIKLIK

       Reaksi perisiklik merupakan suatu jenis reaksi organik dimana keadaan transisi molekul memiliki suatu geometri siklik dan reaksi berjalan secara serentak. Reaksi perisiklik biasanya merupakan suatu reaksi penataan ulang. Secara umum, reaksi ini dianggap sebagai proses kesetimbangan walaupun memungkinkan untuk mendorong reaksi dalam satu arah dengan merancang suatu reaksi dimana produk berada pada suatu tingkatan energi rendah secara signifikan hal ini disebabkan oleh interpretasi unimolekular terhadap prinsip Le Chatalier.
       Reaksi persiklik merupakan reaksi poliena terkonjugasi yang berlangsung dengan mekanisme serempak seperti reaksi SN2 yakni ikatan lama terputus ketika ikatan baru terbentuk dan semuanya terjadi dalam satu tahapan. Reaksi perisiklik dikarakteristikan oleh suatu keadaan transisi siklik yang melibatkan ikatan pi.
Terdapat tiga macam reaksi perisiklik:

1. Reaksi sikloadisi
       Reaksi sikloadisi adalah suatu reaksi pada dua molekul tak jenuh yang mengalami suatu reaksi adisi untuk menghasilkan produk siklik. Dua molekul bergabung membentuk sebuah cincin. Dalam reaksi ini dua ikatan pi diubah menjadi ikatan sigma. Contoh reaksi sikloadisi adalah reaksi Diels-Alder.


       Kedua pereaksi dalam reaksi Diels-Alder digolongkan sebagai diena dienofil. Reaksi Diels-Alder tidak berlangsung melalui zat antara bersifat ion namun diena dan dienofilnya mempengaruhi laju reaksi. Sebagai contoh reaksi ini;
                                   
                             

       Reaksi ini merupakan contoh reaksi sikloadisi yaitu adisi yang menghasilkan produk siklik. Sikloadisi ini yang mengkonversi tiga ikatan pi menjadi dua ikatan sigma dan satu ikatan pi baru dinamakan reaksi Diels-Alder. Penamaan reaksi ini didasarkan nama penemunya yaitu Otto Diels dan Kurt Alder. Reaksi ini sangat berguna untuk membuat senyawa siklik sehingga memperoleh Nobel dalam bidang kimia pada tahun 1950. Sebagaimana dengan hidroborasi, reaksi ini berlangsung pada saat yang sama. Kedua reaktan dalam reaksi ini ialah diena dan dienofili (pencinta diena).
        Reaksi Diels-Alder dipengaruhi oleh elektronegativitas subtituen pada reaktannya. Reaksi akan berjalan cepat jika diena tersubstitusi oleh gugus pendorong elektron (EDG) dan dienofil tersubstitusi oleh gugus penarik elektron (EWG). Hal ini akan mempengaruhi selisih energi HOMO-LUMO yang menjadi kunci dalam reaksi Diels-Alder. Jika selisih energi HOMO-LUMO tinggi, maka reaksi akan sukar dilakukan. Sedangkan jika selisih energi HOMO-LUMO rendah, maka reaksi akan lebih mudah berlangsung.

2. Reaksi elektrosiklik
       Reaksi reversibel dimana suatu senyawa dengan ikatan rangkap berkonjugasi menjalani siklisasi. Dalam siklisasi dua elektron pi digunakan untuk membentuk ikatan sigma.


3. Penataan ulang sigma tropik
       Penataan ulang antar molekul secara bersamaan pada suatu atom atau gugus asam bergeser dari posisi satu ke posisi lain kalor.



PERTANYAAN
1. Jelaskan mengapa reaksi dibawah ini tidak efisien?


2. Mengapa reaksi Diels-Alder dibawah ini tergolong cepat?



DAFTAR PUSTAKA

Hart,H., L.E.Craine dan D.J.Hart. 2003. Kimia Organik: Suatu Kuliah Singkat Edisi Kesebelas. Jakarta: Erlangga.
               https://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_perisiklik. Diakses pada 23 November 2018.
https://edoc.site/reaksi-perisiklik-4-pdf-free.html. Diakses pada 23 November 2018.
Ramdhan,D.P. 2017. Telaah Mekanisme Rekasi Diels-Alder 1-Metoksi-1,3 Butadiena dengan Heksanal Menjadi 2-Metoksi-6-Pentil-5,6-Dihidro-2H-Piran Prekursor Sintesis Masoilakton Secara In Silico. Skripsi. ITB:Bandung.



27 komentar:

  1. 1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  2. 1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  3. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  4. 1.Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  5. Materi yang menarik, jawaban untu masalah 1 yaitu karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  6. Terima kasih, baiklah saya akan membantu menjawab nomor 2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  7. Halo Mardiana.Saya akan menjawab pertanyaan nomor 2:
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  8. Hello kekasihku
    1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  9. Hai yanto, menurut saya nmor 1 itu dikarenakan pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  10. Halo kawanlahirku, saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1 yaitu karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  11. Terima kasih, baiklah saya akan membantu menjawab nomor 2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  12. Selamat malam minggu mba yantoo kuwww. Mau coba jawab nih nomor 2 ya. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  13. baiklah saya akan membantu menjawab nomor 2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil

    BalasHapus
  14. 1.Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  15. 1.Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  16. 1.Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  17. 1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  18. Terima kasih mardiana
    1.Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  19. 1.Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  20. selamat malam yanto...
    1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  21. Baik saya akan mencoba menjawab
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  22. baiklah saya akan membantu menjawab nomor 2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil

    BalasHapus
  23. 1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  24. saya bantu jawab mbahh
    1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus
  25. 1. Karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  26. terimakasih atas materinya,
    1 yaitu karena pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.

    BalasHapus
  27. nmor 1 itu dikarenakan pada dienofil (heksanal) terdapat substituen alkil yang bersifat pendorong elektron sehingga LUMO pada heksanal kaya elektron.
    2. Karena terdapat gugus penarik elektron yaitu C=O pada ikatan rangkap dienofil.

    BalasHapus